Sungguh ya Allah….pengalaman ini tak akan terlupakan dalam hidupku. Pakaian mereka…..Kedekilan mereka….Keluguan mereka….Kekurang beruntungan mereka, dan juga wajah-wajah pasrah atas nasib mereka.
Astaghfirulloh…… Lihatlah mereka! Bandingkan dengan dirimu! Sungguh, beruntunglah kita…beruntunglah kita…..beruntunglah kita… Jadi teringat suatu ayat, “Lantas, nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”
Aku rasa bukan hanya aku yang merasa beruntung atas pengalaman ini. Tapi juga teman-temanku yang lainnya. Panas terik yang menyengat serasa pancaran sinar hangat di pagi hari. Rasa lapar karena memang tidak sempat sarapan, tidak terasa sama sekali. Ada Ibu Ijah, ada bapak Muslih, ada Engkong Sangkuang, ada Enyak Disa, dan yang lain-lainnya.
Kebanyakan dari keluhan mereka adalah gatal-gatal. Ya, tentu saja dengan lingkungan kotor seperti itu aku rasa tidak heran bila kulit mereka bereaksi. Pemandangan yang memiris hati. Dari anak-anak hingga orang tua…kebanyakan kulit mereka korengan, dekil, dan juga berjamur. Semakin membuat diri tersungkur atas segala nikmat yang selama ini
dianugerahi olehNya.
Ternyata Allah mempunyai berbagai cara untuk membuat kita sadar,. Ya, sadar akan KebesaranNya, sadar akan KemurahanNya, sadar bahwa diri ini hanyalah setitik debu di lautan yang luas, yang tidak akan ada artinya dan juga tidak mempunyai suatu daya tanpa PertolonganNYa, tanpa kasih SayangNya. Sungguh ya Allah, merugilah mereka yang tidak pandai mensyukuri segala nikmatMu, Merugilah mereka yang tidak mau peduli terhadap Makhluq-makhluqMu…..Merugilah…
